Hi Guys, perkenalkan namaku Lidya Febrianty Girsang, bisa dipanggil
lidya atau LG (el-ji). El-ji singkatan dari Lidya Girsang. Dulu, sewaktu
aku masih SD, ada dua orang yang bernama Lidya, jadi seorang temanku
membuat namaku LG. Ok Guys, itu seputar namaku. Let's move to my
hometown.
Aku tinggal di Pematangsiantar, tepatnya di
Perumnas batu anam. Aku tinggal bersama dengan kedua orang tuaku. Hanya
memiliki satu orang adek perempuan yang sekarang sudah menikah dan
tinggal di Medan. Kedua orang tuaku adalah guru Bahasa Inggris (mamak
atau 'nande') dan guru Seni Musik (Bapak) di salah satu sekolah negeri
di siantar ini. Gambar di bawah ini adalah gambar kedua orang tuaku yang
selalu mendukung rencanaku dan menjadi penasehat yang baik sebelum
mengambil keputusan.
Keahlian
kedua orang tua yakni guru ku di turunkan kepadaku. Setelah menamatkan
diri dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Pematangsiantar, aku
melanjutkan studiku ke Bandung dan kuliah di Universitas Pendidikan
Indonesia. Kurang lebih 4 tahun 3 bulan aku menimba ilmu disana dan aku
meraih gelar S. Pd. Aku sangat menikmati hari-hariku selama di Bandung,
sehingga berpisah jahu dengan keluarga tidaklah menjadi tantangan besar
bagiku. Aku berdiri di sebelah kiri bersama dengan teman-temanku
seperjuangan. Masa-masa sulit selama kuliah dulu sudah kami lewati
bersama, sehingga senyuman yang indah menjadi bukti nyata.
Setelah
lulus S-1, saya bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak dalam
jasa pendidikan ke luar negeri. Kurang lebih tiga bulan saya bekerja
disana, banyak sekali informasi-informasi tentang kuliah ke luar negeri
yang saya dapatkan. Namun keinginan untuk melanjutkan sekolah S-2
sangatlah besar, sehingga setelah 3 bulan, saya berhenti dan pergi ke
Yogya untuk mengambil gelar Master disana. Rencana saya untuk mengambil
master di UGM ditentang keras oleh orang tua saya, dikarenakan jurusan
yang akan saya ambil berbeda dengan jurusan yang saya ambil sewaktu S-1.
Sedikit kecewa, tetapi saya tetap berangkat ke Yogja, karena saya sudah
mendaftar untuk mengikuti ujian TPA di UGM.
Sehari
setelah test TPA, telpku berbunyi dan saya menerima kabar kalau saya
lulus seleksi test di salah satu perusahan retail pharmacy terbesar di
Indonesia. Memang, sebelum mendaftarkan diri, aku ada mengikuti sebuah
test. Akhirnya, aku memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan bekerja di
perusahaan itu. Bekerja selama 1, 5 tahun juga memberikan pengalaman
yang berharga buatku. Aku sangat beruntung karena bisa mengenal berbagai
macam obat-obatan yang sering diberikan dokter. Akan tetapi, orang
tuaku tidak menyukai pekerjaanku karena jurusanku adalah guru bukan
apoteker.
Balik ke kota kelahiran dan
bekerja menjadi guru awalnya sangat memberatkan bagiku. Aku sudah
sedikit terbiasa dengan kehidupan di ibu kota yang sangat keras tetapi
mengasyikkan. Aku mengajar selama 1 tahun di sekolah orang tuaku karena
aku bekerja disana untuk merefresh kembali ilmu yang aku dapatkan selama
kuliah dulu. Aku melihat masih banyak anak-anak di SMP itu yang sangat
kurang mengerti Bahasa Inggris, tetapi niat belajar mereka sangat
tinggi. Tidak rela melihat mereka terpuruk di dalam belajar Bahasa
Inggris, akhirnya saya membuat kursus gratis bagi mereka. Setelah 1
tahun disana, tugasku mengajar sudah selesai.
Selama 1 tahun, aku menemukan passion yang baru yaitu mengajar. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk menjadi guru.
Menjatuhkan
lamaran ke sekolah - sekolah dan ketempat bimbel aku lakukan dan
akhirnya salah satu bimbel terkenal di Indonesia memberikan kesempatan
bagiku untuk bisa berbagi ilmu dengan adik-adik SMA. Bagiku mengajar di
sekolah maupun di tempat bimbel memiliki banyak perbedaan. Namun
perbedaan itu menjadi pelengkap untuk bisa mendapatkan ilmu secara
lengkap. Aku teringat tentang masa-masa yang lalu ketika aku mau
mengikuti test SPMB (Saringan Penerimaan Mahasiswa Baru).
Selama
6 bulan disana, aku mendapatkan informasi tentang penerimaan program
beasiswa ke Taiwan dari rekan tentor yang lain. Setelah berpikir
berkali-kali, aku memutuskan untuk mengambil kesempatan itu. Bagiku
kesempatan blom tentu akan datang untuk kedua kalinya. Singkat cerita
aku menanyakan prosedur beasiswa itu. Rekan tentorku yang sekaligus
teman ketika bimbingan dulu sangat terbuka untuk memberikan
informasi-informasi dan beliau memberikan kontak person seseorang yang
lebih mengerti tentang persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengambil
S2. Segala berkas sudah saya persiapkan. Atas saran dari beliau, saya
mengirimkan berkas ke salah satu kampus ternama di Taiwan, yakni
National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Setelah
pengumuman, saya melihat nama saya tertera di website itu sebagai salah
satu penerima Full Scholarship (Penerima beasiswa Penuh). Bersyukur
kepada Tuhan karena saya diberikan kesempatan untuk kuliah di Taiwan.
Melalui blog ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana cara
mendapatkan beasiswa di Taiwan dan bagaimana kehidupan tentang kuliah
disana. So, tetap kunjungi blog saya ya, smoga bisa bermanfaat bagi
rekan-rekan semua.
Salam,
Lidya Febrianty Girsang S. Pd., M. A.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar